IPPD MOROREJO 2018

garuda
garuda

LAPORAN (IPPD)

INFORMASI PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN DESA MOROREJO

TAHUN 2018

kepala desa mororejo

perangkat desa mororejo
perangkat desa mororejo

Assalamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakatuh.

Salam sejahtera bagi kita semua.

Saudara-saudara warga masyarakat Desa Mororejo yang saya hormati dan saya banggakan. Puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wata’ala atas semua limpahan rahmat dan karunia-Nya atas tersusunnya Informasi  Penyelenggaraan Pemerintahan Desa Mororejo Tahun 2018.

Penyusunan dan penyampaian Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa ini merupakan pemenuhan dari tanggung jawab kami sebagai Kepala Desa kepada masyarakat Desa Mororejo dalam penyelenggaraan pemerintahan desa tahun 2018. Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa ini juga merupakan kewajiban Kepala Desa dalam  pelaksanaan ketentuan dalam Pasal 52 Peraturan Pemerintah Nomor 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa dan Ketentuan dalam Pasal 10 Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor  44 Tahun 2016 tentang Laporan Kepala Desa, dimana Kepala wajib memberikan dan/atau menyebarkan informasi penyelenggaraan pemerintahan desa kepada masyarakat desa memalui media informasi yang mudah diakses oleh masyarakat, dalam hal ini media cetak.

Penyelenggaraan pemerintahan desa secara keseluruhan sangat terkait dengan visi-misi Pemerintah Desa Mororejo sebagaimana tertuang dalam Peraturan Desa Mororejo Nomor 1 Tahun 2015 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa Tahun 2015-2020, yaitu dengan visi “Terwujudnya Desa Mororejo yang MANUNGGAL, MUMPUNI, MANDIRI, MEMAYU, MAPAN, MAKMUR dan MISUWUR”.

Dalam upaya mewujudkan visi tersebut, diperlukan misi yang merupakan penjabaran dari visi dan merupakan pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan dalam usaha mewujudkan visi dengan mempertimbangkan potensi dan permasalahan di desa, yakni : (1) mendorong serta mendukung berbagai kegiatan keagamaan yang ada di masyarakat; (2) membangun dan mendorong terciptanya pendidikan yang murah, berkualitas dan mudah diakses oleh semua warga; (3) menggali sumber-sumber pendapatan potensial desa yang ditujukan untuk kesejahteraan dan kemakmuran rakyat; (4) membangun dan mendorong kemitraan dalam upaya pengembangan terutama dalam bidang pertanian, perikanan dan perternakan; (5) menjamin terciptanya pembangunan yang berkelanjutan dengan memperhatikan aspek kebersamaan; (6) meningkatkan dan mendorong sikap masyaraat yang bertaggungjawab, ramah dan mandiri; (7) meningkatkan semangat gotong royong dalam membangun desa; (8) meningkatkan keikutsertaan masyarakat dalam berbagai program desa baik aspek perencanaan maupun pelaksanaan; (9) menumbuhkan sektor usaha kecil menengah masyarakat desa dengan pendampingan usaha, permodalan dan pelatihan-pelatihan di bidang indutri kecil; dan (10) mendorong sektor budaya dan pariwisata terutama membina dan menciptakan desa wisata.

Dalam pencapaian visi dan misi tersebut pada tahun 2018 telah ditetapkan kegiatan-kegiatan yang dikelompokkan sesuai dengan bidang kewenangan desa yang dilaksanakan dalam Peraturan Desa Mororejo Nomor 14 Tahun 2018 tentang Rencana Kerja Pemerintah Desa Tahun 2019, dan dianggarkan dalam Peraturan Desa Mororejo Nomor 6 Tahun 2016 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa Tahun Anggaran 2018.

Pencapaian visi dan misi tersebut secara bertahap telah tertuang dan terwadahi dalam dalam 4 (empat) bidang kewenangan desa yang telah dilaksanakan pemerintah desa tahun 2018 yaitu sebagai berikut:

  • Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa

Bidang penyelenggaran pemerintahan desa dilaksanakan atau diimplementasikan  melalui kegiatan:

  1. memberikan kesejahteraan bagi aparatur pemerintah desa, lembaga kemasyarakat desa, dan memastikan pemerintahan desa dapat berjalan dengan optimal melalui operasional perkantoran desa. Kepala desa, perangkat desa dan staf pemerintah desa diberikan penghasilan tetap sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan dan kemampuan keuanga desa, tunjangan-tunjangan serta tanah pelungguh. Jumlah perangkat desa Mororejo terdiri 1 kepala desa, 1 sekterataris desa, 3 kepala urusan, 3 kepala seksi, 13 dukuh dan 3 staf pemerintah desa. Operasional perkantoran desa dimaksudkan untuk mengoptimalkan jalannya pemerintahan desa dengan bentuk penyediaan keseluruhan kebutuhan rutin desa, pengadaan barang modal perkantoran, pemberian tunjangan bendahara desa, pengurus aset desa serta pemeliharaan aset desa.
  2. Bagi BPD diberikan operasional pelaksanaan kegiatan yang cukup dan tunjangan setiap bulan sesuai dengan kemampuan keuangan desa. Untuk RT/RW setiap tahun diberikan insentif sesuai dengan kemampuan keuangan desa sebagai penunjung kegiatan kelembagaannya sesuai dengan tugas dan fungsi RT/RW. Jumlah anggota BPD sebanyak 10 (sebelas) orang terdiri dari dan terbagi atas ketua, wakil ketua, ketua kelompok kerja dan anggota. Sampai dengan akhir tahun 2018 jumlah RT sebanyak 53 dan RW sebanyak 26. Pertemuan rutin dilaksanakan dengan RT/RW dengan pemerintah desa guna menjalin komunikasi dan menyampaikan informasi terkait dengan pemerintahan desa, yang dilaksanakan sekali dalam sebulan atau dalam waktu yang dibutuhkan.
  3. Guna meningkatkan kemampuan dan kapasitas perangkat desa dilaksanakan pembinaan rutin mingguan sebagai sarana untuk koordinasi dan penyampaian informasi penting dan tindaklanjut pelaksanaan kegiatan-kegiatan masing-masing pelaksana teknis dan sekretariat. Pembinaan dengan mendatangkan narasumber dari kecamatan maupun dari kabupaten serta narasumber lain dilaksanakan sebanyak 4 (empat) kali.
  4. Pengisian kekosongan perangkat desa telah dilaksanakan dan berjalan dengan baik serta tidak menimbulkan masalah. Dari hasil pengisian tersebut telah dilantik 2 (dua) perangkat desa baru yaitu kepala sekretaris desa, kepala urusan perencanaan.
  5. Guna meningkatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan desa juga dilakukan kegiatan musyawarah desa atau rembug warga. Penyusunan RKPDesa dilakukan untuk menentukan kegiatan yang akan dilaksanakan pada tahun yang akan datang. Sebagai bentuk pertanggungjawaban disusun pula laporan penyelenggaran pemerintahan desa kepada Bupati dan laporan keterangan penyelenggaran pemerintahan desa kepada BPD serta memuat informasi penyelenggaran pemerintah desa ke media cetak. Rembug desa dilaksanakan di 13 (tiga belas) padukuhan dalam rangka penyusunan RKPDesa.
  6. Penyusunan anggaran, pelaporan dan pertanggungjawaban keuangan desa dilakukan sebagai bentuk akuntabilitas pengelolaan keuangan desa. Pada tahun 2108 jumlah pendapatan yang diterima sebesar Rp 2.506.102.602,00 dengan jumlah belanja Rp 2.805.557.108,00.
  7. Dalam menata aset pemerintah desa dalam rangka peningkatan pendapatan asli desa dilaksanakaan pengelolaan aset desa, antara lain dengan inventarisasi tanah desa, penataan tanah kas desa, penyelesaian tugar guling tanah desa dan juga penegasan batas tanah-tanah desa. Selain itu juga dilakukan pembentukan kelompok penyewa tanah kas desa dan pengurus penagih sewa.
  8. Dalam rangka tugas pembantuan pencapaian pelunasan pajak bumi dan bangunan, dilaksanakan kegiatan intensifikasi PBB, fasiltasi pekan pembayaran PBB dan juga update data PBB yang dilakukan di setiap padukuhan. Capaian pelunasan PBB di Desa Mororejo tahun 2018 dari target Rp 135.120.260,00 tercapai sebanyak Rp 128.771.597,00 atau 95.30% dari jumlah SPPT sebanyak 3.053.
  9. Pengelolaan perpustakaan desa dilakukan untuk meningkatkan budaya baca dalam meningkatkan wawasan masyarakat terhadap berbagai bidang ilmu yang disediakan dalam bentuk buku bacaan. Penambahan jumlah koleksi buku terus ditingkatkan dengan berbagai jenis buku yang bermanfaat bagi warga desa, seperti bidang pertanian, teknologi tepat guna, perikanan, peternakan, buku anak-anak dan jenis lainnya. Jumlah koleksi buku sampai dengan akhir tahun 2018 sebanyak 1.115 dari berbagai macam judul. Jumlah kunjungan ke perpustakaan desa setiap bulan rata-rata sebanyak 20 orang.
  10. Guna memberikan pemahaman tentang peraturan yang dibuat Desa, dilaksanakan sosialisasi tentang peraturan desa kepada tokoh masyarakat. Peraturan desa yang disosialisasikan antara lain tentang pungutan desa, APBDesa, dan peraturan-peraturan lain diatasnya yang perlu disampaikan atau disosialisasikan kepada warga masyarakat.
  11. Dalam penyusunan regulasi ditingkat desa pemerintah desa bersama BPD telah menetapkan program legislasi desa untuk dibahas pada tahun 2019. Pada tahun 2018 jumlah peraturan desa yang ditetapkan sebanyak 6 peraturan desa. Sedangkan dalam bentuk peraturan kepala desa sebanyak 2 buah dan dalam bentuk keputusan kepala desa sebanyak 34
  1. Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa

Bidang pelaksanaan pembangunan desa dilaksanakan atau diimplementasikan  melalui kegiatan:

  1. Pembangunan sarana dan prasarana perkantoran, yaitu dengan merehab ruang pelayanan pada masyarakat sehingga lebih representatif dan nyaman bagi warga yang mengurus pelayanan di desa. Ruangan pelayanan berukuran 5 m x 8 m dilengkapi dengan meja, kursi tunggu, papan infromasi pelayanan, kotak aduan, komputer dan kelengkapan lain yang mendukung. Selain itu di lingkungan kantor desa juga ditata sehingga lebih rapi dan nyaman dengan penanaman pohon-pohon perindang dan pembuatan taman. Kamar mandi dan WC diperbarui sehingga kelihatan lebih bersih.
  2. Guna meningkatkan prasarana transportasi yang lebih nyaman kepada warga, dilakukan pembangunan jalan dengan pengaspalan atau pengerasan yang berlokasi di barat  padukuhan Kragan aspal jalan Sand Sheet sepanjang 350 meter;
  3. Pembangunan kandang ternak bersama. dengan maksud tujuan terbangunnya kandang ternak bersama yang rapi, bersih dan tertata di padukuhan Karanggawang.
  4. Pembangunan talud sebagai satu kesatuan pembangunan jalan dilaksanakan di Padukuhan Kragan, Padukuhan Durensawit, Padukuhan Jetis, serta talud jalan di ruas jalan sudimoro – plumbon cilik, ruas jalan padukuhan pringapus guna memperlancar transportasi.
  5. Dari tahun ke tahun kondisi jalan desa akan terus lebih baik dengan usaha pembangungan, peningkatan, maupun dengan pemeliharaan jalan. Selain itu untuk membuka terisolirnya beberapa wilayah desa dibuka jalan baru dan jembatan.
  6. Guna menghubungkan wilayah desa yang terpisah oleh jembatan dan parit juga dilakukan pembangunan jembatan dan gorong-gorong. Pelebaran Jembatan dibangun di atas sungai utara Padukuhan Sudimoro sepanjang 2 meter, agar mobilitas dan jarak tempuh kedua padukuhan dapat dipersingkat dan mempererat hubungan antara warga kedua padukuhan. Gorong-gorong dibangun untuk memperlancar saluran irigasi yang melewati jalan-jalan desa. Ada 6 (lima) titik gorong-gorong yang dibangun menggunakan udit
  7. Di kegiatan pertanian dibangun irigasi tersier dengan maksud memperlancar arus air dan mengurangi air terbuang, selain itu juga digunakan untuk mendukung usaha perikanan warga desa di Timur Padukuhan Plumbon Tengah. Irigasi yang dibangun sepanjang 300 meter.
  8. Untuk meningkatkan perekenomian di desa, pemerintah desa membangun kios desa sebanyak 1 (satu) lokasi terdiri dari 24 kios yang berlokasi di tepi jalan depan Balai Desa Mororejo sebagai alternatif warga untuk tempat usaha yang lebih strategis disewa oleh warga desa untuk berjualan bermacam-macam barang dagangan. Pembangunan kios desa ini juga dalam rangka mengoptimalkan pemanfaatan tanah desa dalam menambah pendapatan asli desa. Jumlah kios yang dibangun desa bertambah dari tahun ketahun.
  9. Guna meningkatkan kreativitas dan aktivitas pemuda desa, lapangan desa juga dilakukan rehabiltasi/perbaikan sehingga lebih dapat digunakan dengan baik. Lapangan desa dilakukan pemerataan serta menanami dengan rumput yang lebih baik.
  10. Sebagai salah satu pelaksanaan misi mendorong kegiatan keagamaan warga, pemerintah desa juga melakukan fasilitasi/bantuan terhadap rehap tempat ibadah yakni masjid/musholla.
  11. Selain kegiatan yang bersifat fisik dalam pelaksanaan pembangunan desa juga dilaksanakan kegiatan yang bersifat non fisik yaitu pembinaan dan pengelolaan PAUD, Posyandu, Poskesdes, Polindes, dan fasilitasi kader kesehatan dan kader KB. Pembinaan dan pengelolaan untuk PAUD diberikan dalam bentuk uang operasional seperti pembelian alat bantu belajar mengajar, alat-alat permainan, dan juga pemberian insentif bagi guru PAUD.
  12. Pembinaan dan pengelolaan Posyandu diberikan dalam bentuk uang pemberian makanan tambahan, pembelian alat-alat posyandu, dan insentif kader Posyandu. Sedangkan untuk kader kesehatan dan kader KB diberikan dalam bentuk fasilitasi pertemuan-pertemuan yang diselenggarakan dan juga insentif bagi mereka.
  13. Meningkatnya penyalahgunaan narkoba mendorong pemerintah desa melaksanakan kegiatan penyuluhan NAPZA yang diberikan kepada generasi muda di desa, dengan sasaran usia SMA serta pemuda. Sejumlah 200 remaja mengikuti penyuluhan dimaksud dengan mendatangkan narasumber dari BNNK Sleman.
  14. Penghijauan dilakukan dengan penanaman pohon buah manggis dan durian dimaksudkan sebagai upaya menambah pendapatan dari hasil panennya bagi keluarga yang mempunyai lahan yang masih luas dan belum dimanfaatkan secara optimal.
  1. Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa

Bidang pembinaan kemasyarakatan desa dilaksanakan atau diimplementasikan  melalui kegiatan:

  1. Pembinaan kelompok seni budaya dan pengembangan seni budaya lokal, melalui kegiatan pelaksanaan merti desa, gelar potensi desa, peringatan hari jadi Sleman. Pembinaan kelompok seni budaya desa diberikan dengan mendatangkan pelatih dan melakukan latihan rutin setiap minggu bertempat di balai desa atau pada kelompok seni warga. Jumlah kelompok seni budaya yang ada sebanyak 5 kelompok dengan jenisnya seperti kelompok jathilan, kelompok kobra siswo, kelompok karawitan, kelompok mocopatan, dan lain-lain. Selain itu pengembangan seni budaya lokal dengan memberikan kesempatan kepada kelompok-kelompok seni budaya untuk tampil dalam even-even yang dilaksanakan oleh pemerintah desa.
  2. Pelaksanaan merti bumi desa dilakukan untuk memperingati hari jadi dengan memberdayakan seluruh potensi yang ada di seluruh padukuhan. Selain merti bumi desa, juga dilaksanakan merti dusun yang dilaksanakan Dukuh beserta warga padukuhan menyongsong merti desa.
  3. Gelar potensi desa dilaksanakan bersamaan acara merti desa, dimana dalam gelar potensi desa ini menampilan potensi masing-masing padukuhan, dalam bentuk seni pertunjukan, kerajinan, olahan makanan, industri rumah tangga dan lain-lainnya. Dalam acara ini dapat menarik perhatian warga desa setempat dan sekitarnya dan dapat mendorong transaksi ekonomi lokal pedesaan.
  4. Peringatan hari jadi Sleman, dilaksanakn sebagai wujud penghormatan dan handarbeni terhadap kabupaten Sleman.
    pagelaran wayang kulit desa mororejo
    pagelaran wayang kulit desa mororejo

    Peringatan ini dilakukan dengan pengiriman bregada untuk mengikuti upacara di kabupaten. Selain itu juga dilakukan pentas seni budaya desa serta pentas wayang kulit dengan dalang dari warga desa setempat.

  5. Guna peningkatan keimanan dan ketaqwaan warga masyarakat, pemerintah desa melaksanakan kegiatan keagamaan yang melibatkan seluruh perangkat desa dan warga desa yaitu pelaksanaan tarawih keliling (tarling) di bulan ramadhan. Tarling dilaksanakan di 13 Padukuhan secara bergiliran bertempat disalah satu masjid yang ada di padukuhan yang bersangkutan. Antusiasme warga dalam mengikuti tarling tergolong sangat tinggi. Dalam kesempatan tarling pemerintah memfasilitasi kegiatan dan juga memberikan bantuan untuk kemakmuran masjid.
  6. Pembinaan rois, sebagai salah satu unsur masyarakat peran rois masih sangat vital dalam penyelenggaraan urusan dan upacara keagamaan Islam. Pemerintah desa juga memberikan perhatian dengan memberikan pembinaan dan pelatihan dengan mendatangkan narasumber dari berbagai instansi, tidak hanya ilmu keagamaan tetapi juga pengetahuan lain seperti kesehatan, ketrampilan dan lain-lain. Selain itu untuk memberikan penghargaan kepada peran rois, setiap tahunnya diberikan bingkisan. Jumlah rois sebanyak 13 orang.
  7. Guna mendukung peran tokoh keagamaan pemerintah desa juga memberikan fasilitasi pembinaan imam dan khatib yang ada di desa. Hal ini dimaksudkan bahwa agar mereka mendapat perhatian dari pemerintah desa dan diharapkan dapat memberikan ceramah-ceramah menyejukkan dalam mewujudkan ketentraman dan ketertiban dalam hubungan antar warga dan umat beragama. Kegiatan ini bekerjasama dengan kementerian agama Kabupaten Sleman. Peringatan hari besar agama Islam dilaksanakan untuk memperingati Isra’ Mi’raj, Nuzulul Qur’an, Hari Raya Idhul Adha, Syawalan di Hari Raya Idul Fitri dengan maksud meningkatkan keimanan dan ketaqwaan perangkat desa beserta warga masyarakat dan mempererat tai persaudaraan antar warga terutama lembaga desa.
  8. Mengoptimalkan lembaga kemasyarakatan desa dengan pembinaan LPMD, PKK, Karang Taruna. Pemerintah desa memberikan perhatian bagi lembaga kemasayarakatan desa sebagai mitra dalam penyelenggaraan pemerintahan desa. Untuk itu kepada LPMD, PKK dan Karang Taruna diberikan dana operasional dalam bentuk kegiatan untuk menjalankan tugas dan fungsi lembaganya.
  9. LPMD desa telah terbentuk dengan kepengurusan yang masih aktif, sedangkan di masing-masing padukuhan di 13 padukuhan sudah terbentuk sub unit LPMD padukuhan. Lembaga PKK terbentuk dengan kepengurusan lengkap dan masing-masing padukuhan juga terbentukkepengurusan PKK padukuhan. Demikian juga Karang Taruna kepengurusannya masih aktif. Kegiatan masing-masing lembaga tersebut didukung dengan penganggaran yang cukup dari APBDesa.
  10. Dalam rangka menciptakan ketentraman dan ketertiban desa dilakukan pembangunan gardu atau pos ronda dimasing-masing padukuhan pada level lingkungan RW masing-masing dengan anggaran dari APBDesa didukung swadaya dan gotong royong warga. Sejalan dengan itu juga dilakukan pengintesifan kelompok ronda di masing-masing lingkungan dalam program siskamling yang melibatkan warga, dengan diberikan bantuan dana dari pemerintah desa. Tercatat sudah terbangun sebanyak 13 pos ronda yang dibangun dengan bantuan dana dari pemerintah desa.
  11. Pembinaan generasi muda dengan pembentukan dan pengkatifan kelompok olahraga pemuda, fasilitasi kegiatan pemuda, kelompok seni pemuda. Kelompok olah raga pemuda terdiri dari kelompok sepak bola, bola volley, bulu tangkis, futsal, tenis dan juga tenis meja yang anggotanya dari seluruh padukuhan. Bagi kelompok ini diberikan bantuan pengadaan sarana olah raga seperti bola, net, raket dan lainnya, serta difasilitasi apabila akan mengadakan pertemuan kelompok dan fasilitasi kegiatan pemuda lainnya dalam menunjang kreatifitas mereka.
  12. Kelompok seni budaya pemuda terdiri dari group band, group jathilan, group gamelan, group tari dan group musik lainnya. Ada 10 group kesenian dan budaya yang dilaksanakan oleh pemuda desa dan difasilitasi oleh pemerintah desa.
  13. Pekan olah raga desa dilaksankan sebagai wahana meningkatkan derajat kesehatan warga, mencari bibit-bibit atlit olah raga dari desa serta sebagai ajang menjalin persahabatan antar warga melalui kompetisi yang positif.
    pordes mororejo
    pordes mororejo

    Pekan olah raga desa diikuti oleh semua lapisan masyarakat dengan mempertandingkan cabang olah raga sepak bola, bola volley, futsal, bulutangkis, tenis meja, catur, dan lari. Selain itu untuk menambahkan kemeriahan juga dipertandingkan lomba-lomba olah raga permainan tradisional seperti lomba egrang, tarik tambang, gobak sodor, bakiak kelompok dan senam tradisional kreasi. Bagi pemenangnya diberikan hadiah. Pekan olah raga ini sekaligus dalam menyongsong atau memperingati hari kemerdekaan Republik Indonesia

  14. Untuk memberikan santunan anak yatim piatu pemerintah desa memberikan kepada mereka yang berprestasi dengan memberikan bantuan beasiswa sekolah sampai dengan SMA. Mulai tahun 2015 tercatat 5 anak yatim, piatu, dan yatim piatu tidak mampu yang mendapatkan bantuan beasiswa pemerintah desa.
  15. Sebagai fungsi sosial pemerintah desa melaksanakan juga kegiatan penanganan bagi orang terlantar, yaitu orang-orang yang tidak jelas keberadaannya dan membutuhkan bantuan.
  16. Pembinaan desa ramah anak dilaksanakan untuk medukung kabupaten layak anak. Kegiatan yang dilaksanakan dengan sosialisasi, pelatihan kader atau tim dan juga mengadakan alat-alat permainan yang mendukung keberdaaan desa ramah anak. Di ruang pelayanan disediakan ruang bermain anak, demikian juga di halaman kantor desa juga disediakan taman yang berisi berbagai macam permainan anak.
  1. Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa

Bidang pemberdayaan masyarakat desa dilaksanakan atau diimplementasikan  melalui kegiatan:

  1. Pembinaan ekonomi usaha kecil, kelompok usaha ekonomi produktif pelatihan diberikan kepada kelompok usaha kecil seperti pengrajin tradisional, ibu-ibu yang membuat jajanan untuk dijual di pasar,  Tahun 2018 tercatat 4 jenis pelatihan yang diberikan kepada kelompok usaha kecil atau ekonomi produktif dengan julah peserta 50 orang dari seluruh padukuhan.
  2. Pelatihan bagi Lembaga Kemasyarakatan Desa. Pelatihan diberikan kepada LPMD dalam bidang perencanaan desa yang diikutu oleh LPMD desa dan sub unit LPMD padukuhan sebanyak 30 orang dengan mendatangkan narasumber dari kabupaten dan Balai PMD Kalasan.
  3. Pelatihan bagi PKK dalm bentuk pelatiham managemen organisasi dan pelatihan kewirausahaan bagi ibu-ibu pengurus PKK desa dan padukuhan. Diikuti oleh 60 orang dalam 2 angkatan dengan narasumber dari kabupaten dan akademisi.
  4. Pelatihan bagi karang taruna diberikan dalam bentuk pelatihan kewirausahaan bagi pemuda dengan titik berat pada ketrampilan individu dalam berbisnis, dengan narasumber dari pelaku usaha yang berhasil dan diikuti oleh 40 peserta dari kalangan pemuda.
  5. Pelatihan bagi kelompok perempuan, diberikan dalam bentuk pelatihan peran wanita dalam pembangunan desa, pelatihan kesetaraan gender, pelatihan kewirausahaan wanita, dan pelatihan kepercayaan diri wanita. Pelatihan terdiri dari empat angkatan sesuai tema masing-masing yang dikuti oleh perempuan remaja dan juga ibu-ibu dengan jumlah masing-masing angkatan sebanyak 30 orang.
  6. Pelatihan pembuatan pupuk organik, diberikan kepada warga yang berminat untuk menekuni usaha pembuatan pupuk organik yang menjadi usaha yang menjanjikan. Selain itu di desa juga telah ada warga yang merintis pengolahan pupuk organik dari sampah dan dari limbah cair kotoran hewan, sehingga perlu diberikan pelatihan agar lebih terarah. Pelatihan diikuti sebanyak 40 orang warga desa.
  7. Penanggulangan kemiskinan. Data kemiskinan di Desa Mororejo tercatat sebanyak 100 orang terdiri dari keluarga pra KS dan KS I menurut kriteria dari KB. Untuk mengentaskan kelompok ini pemerintah desa melaksanakan kegiatan seperti membantu perbaikan rumah, bantuan usaha ekonomi produktif, bantuan beasiswa sekolah, dan pelatihan ketrampilan. Untung menunjang kegiatan tersebut juga dibentuk tim penanggulangan kemiskinan desa. Selain itu kepada kelompokini juga diberikan prioritas untuk dapat menyewa tanah kas desa untuk diolah dan dimanfaatkan sebagai sumber mata pencaharian seperti ditanami salak atau tanaman lain yang menghasilkan.

Demikian Informasi Penyelenggaraan Pemerintahan Desa tahun 2018 kami sampaikan kepada warga masyarakat pada umumnya dan warga Desa Mororejo pada khususnya, dengan harapan akan memperoleh tanggapan serta masukan dari masyarakat baik secara lesan maupun tertulis untuk meningkatkan kinerja penyelenggaraan pemerintahan desa yang lebih baik. Tanggapan dan masukan tersebut dapat disampaikan kepada Pemerintah Desa Mororejo dengan alamat Karanggawang Mororejo Tempel Sleman atau melalui email “desamororejo.slemankab.go.id” bisa juga melalui web Desa Mororejo : “mororejo.slemankab.go.id

Kami menyadari masih terdapat kegiatan di bidang kewenangan yang belum sesuai dengan harapan masyarakat. Oleh karena itu, masukan yang bersifat konstruktif senantiasa kami harapkan untuk meningkatkan pelaksanaan kegiatan dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat, sesuai dengan visi dalam rencana pembangunan jangka menengah desa yang telah disepakati bersama.

Kegiatan di bidang kewenangan yang telah mencapai hasil optimal merupakan kerja keras semua pihak, paik pemerintah desa, BPD, lembaga kemasyarakatan desa, dan masyarakat. Untuk itu Pemerintah Desa mengucapkan terima kasih dan memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya atas partisipasi dan dukungannya.

Wassalamu ‘alaikum warahmatullaahi wa barakatuh.

Mororejo,  30 September 2018

KEPALA DESA MOROREJO,

ttd/cap

RONY NURDYANTORO

Karanggawang, Mororejo, Tempel, Sleman